Muhamad Rickiyanto

Informatics

College Student

Indraprasta PGRI University

What I Do
UI/UX Design

I must explain to you how all this mistaken idea of edition of denouncing pleasure and praising pain was born, the whole account of the system.

Brand Identity

I must explain to you how all this mistaken idea of denouncing pleasure and praising pain was born, the whole account of the system.

Web Design

I must explain to you how all this mistaken idea of denouncing pleasure and praising pain was born, the whole account of the system.

Mobile Apps

I must explain to you how all this mistaken idea of denouncing pleasure and praising pain was born, the whole account of the system.

Analytics

I must explain to you how all this mistaken idea of denouncing pleasure and praising pain was born, the whole account of the system.

Photography

I must explain to you how all this mistaken idea of denouncing pleasure and praising pain was born, the whole account of the system.

Recent PGRI

Sejarah Perjuangan PGRI Pada Masa Orde Baru

Sejarah Perjuangan PGRI Pada Masa Orde Baru



o  Kesatuan Aksi Guru Indonesia (KAGI).
Bersama-sama Persatuan Guru NU, Ikatan Guru Muhammadiyah, Ikatan Guru PSII (Serikat Islam Indonesia), Ikatan Guru Marhaenis ( PNI Osa-Usep), Persatuan Guru Kristen Indonesia, Ikatan Guru Katholik, Persatuan Guru Islam Indonesia,dan Persatuan Guru Perti membentuk KAGI.   Pembentukan KAGI di Jawa Tengah dan Jawa Timur antara lain adalah untuk menyelamatkan PGRI. Tugas kagi yaitu :
a)  Membersihkan dunia pendidikan dari unsur PKI/ORLA yaitu :
1)  PGRI-NV
2) Serikat Sekerja Pendidikan
3) Persatuan Guru Teknik Indonesia
b)  Menyatukan semua guru dalam satu wadah (PGRI)
c)  Memperjuangkan PGRI menjadi organisasi
1)  Unitaristik
2) Independent
3) Non Parpol

o  Kongres XI PGRI
Kongres XI dilaksanakan di Bandung pada tanggal 15 – 20 Maret 1967. Dalam kongres itu terasa sekali suasana peralihan dari zaman Orde Lama ke Orde Baru. Antara lain, masih terlihat sisa-sisa kekuatan Orde Lama yang mencoba menguasai kembali kongres dengan cara menolak PGRI untuk masuk ke dalam sekber Golkar dan memojokan M.E. Subiadinata dkk, agar tidak terpilih dalam PB PGRI.
o  Kongres XII PGRI di Bandung 1970.
Pada Tanggal 29 Juni s.d 25 Juli 1970 berlangsung Konggres Pgri XII Di Bandung dengan Ketua PB PGRI Basyuni  . Hasil Konggres antara lain :
a.   Perubahan struktur dan basis ORGANISASI pgri, Tingkat cabang meliputi kabupaten/kota, anak cabang dan kecamatan.
b.  Administrasi organisasi disederhanakan atau diseragamkan seluruh Indonesia.
c.   Lambang / mars PGRI dilampirkan dalam AD/ART.
d.  Harus menerbitkan sejarah perjuangan PGRI dalam rangka HUT ke 25.
e.  Memanfaatkan keanggotaan PGRI dalam WCOTP.
o  Kongres ke XIII 21-25 November 1973 di Jakarta.
Pada kongres ini menetapkan perubahan-perubahan yang mendasar dalam bidang organisasi serikat pekerja menjadi organisasi profesi guru ditetapkan Kode Etik Guru Indonesia, perubahan lambang dan panji organisasi PGRI yang sesuai dengan organisasi profesi guru dan adanya Dewan Pembina PGRI mengenai arti lambang PGRI
o  Kongres ke XIV 26-30 Juni 1979 di Jakarta.
Kongres XIV di Jakarta menghasilkan salah satu keputusan penting yaitu mengenai pendirian Wisma Guru. Untuk mewujudkannya mulai Januari 1980 setiap anggota PGRI dihimbau untuk menyumbang Rp. 1000,- Direncanakan Wisma Guru ini akan sekaligus menjadi Kantor PB PGRI yang dilengkapi dengan ruang pertemuan perpustakaan kamar pemondokan / penginapan dan sebagainya.
o  Kongres ke XV 16-21 Juli 1984 di Jakarta.
Kongres berlangsung di Jakarta tanggal 16-21 Juli 1984, Kongres ini menggariskan pokok-pokok PGRI untuk kurun waktu lima tahun mendatang (1984-1989) yang meliputi: ruang lingkup pembinaan dan pengembangan organisasi PGRI, tanggung jawab dan peran PGRI dalam menyukseskan Sidang Umum  MPR 1983, Repelita IV dan Pancakrida Kabinet Pembangunan V.
o  Tentang Organisasi Kemasyarakatan
Membawa konsekuensi pada penyesuaian AD/ART PGRI, yang antara lain menegaskan bahwa PGRI merupakan organisasi profesi yang ditetapkan lewat konfrensi pusat III/1986.

Sejarah Perjuangan PGRI di Masa Reformasi

Sejarah Perjuangan PGRI di Masa Reformasi


Kurun waktu yang ditandai dengan berbagai perubahan untuk membentuk tatanan baru yang lebih baik guna mencapai tujuhan nasional.tujuannya adalah mencapai masyarakat adil dan makmur,masyarakat madani.demokratis,sejahteradan agamis.ada 3 tantangan dalam orde refoemasi diantara nya ialah
1. Global memasuki globalilasi ,pesatnya perkembangan iptek/informasi.
2. Nasional yang menyangkut kehidupan ipoleksosbudhankam.
3. Organisasional bersumber pada kehidupan organisasi sebagian konsekuensi globalisasi/nasional.
Lalu secara era globalisai sendiri di tandai dengan :
1.     Ketergantungan antara bangsa di dunia
2.    Suasana kompetitif dalam segala bidang ,khusus nya ekonomi.
3.    Ada kecenderungan makin homogeny nya pandangan + perilaku.
4.    Kecenderungan artifisialisasi nilai+etik.
Tantangan organisasional adalah setiap organisasi harus mampu dengan berbagai tantangan dan tuntutan yang berkembang ,agar tetap eksis dan lestari.
3 tantangan TSB harus dihadapi oleh PGRI dengan cara :
1.     Harus berpartisipasi dengan melakukan reformasi secara dinamis dari segi.
a.    Struktur
b.    Kultur
c.    Substansi
d.    Sdm
2.    Pengembangan sdm jati diri PGRI (jiwa,semangat,nilai kejuangan)
3.    Memwujudkan dirinya sebagai organisasi pembelajar
VISI PGRI
PGRI sebagai organisasi dinami, mandiri, dan berwibawa yang :
a.    Dicintai oleh anggotanya
b.    Disegani oleh mitranya
c.    Diakui keberadaanya ,oleh masyarakat luas
MISI PGRI
1.     Misi nasional mempertahankan ,mengisi, mewujudkan cita-cita ploklamasi NKRI 17/8/1945.
2.    Misi bangnas menyukseskan dan berperan serta dalam pembangunan nasional untuk mengisi kemerdekaan
3.    Misi diknas melaksanakan sisdiknas sebagai pengembangan sdm
4.    Misi professional memperjuangan terwujudnya guru yang professional ,pengembangan karirnya
5.    Misi kesejahteraan mem[erjuangan tercapainya kesejahteraan lahir para guru dan tendik lainya
Strategi dasar reformasi PGRI antara lain;
1.     Intensifikasi silahturahmi secara vertical ,horizontal ,diagonal,baik secara internal maupun eksternal.
2.    Optimalisasi kemitraan secara berimbang dengan berbagai pihak terkait atas dasar saling menghormati secara sistemek,sinergik,simbiotik
3.    Aktualisasi program kerja yang lebih berpusat pada hak dan martabat anggota
4.    Transparansi manajemen organisasi dalam berbagai tingkatan organisasi
Sistemik adalah berdasarkan pandangan dari sudut kesisteman dalam arti hubungan struktual ,fungsional,dan interaktif yang menyangkut masukan ,proses,dan keluaran
Sinergik adalah bertujuan untunk mengembangkan organisasi secara lebih luas guna memperoleh manfaat menlalui perencanaan yang proaktif dan inovatik.
Simbiotik adalah diarahkan untuk mengusahakan keterlibatan kolaboratif ,membuka jaringan kemitraan dengan pihak terkait untuk mendapat kan manfaat bersama.
PGRI sebagai organisasi pembelajar harus memiliki kecakapan untuk:
1.     Lebih siap berpertisipasi dengan pegembangan lingkungan .
2.    Melakukan akselerasi dan mengembankan hasil,proses dan layanan prima.
3.    Lebih cakap untuk belajar dari pesain dan mitra kerja.
4.    Melakukan transfer pengetahuan antar organisasi.
5.    Belajar dari kesalahan sendiri.
6.    Memberdayakan sdm setiap jejang organisasi.
7.    Memberdayakan waltu untuk menerapkan perubahan strategis .
8.    Merangsang perbaikan ters menerus pada setiap bidang dan jejang organisasi.
Keterbukaan (transparan) merupakan salah satu syarat dalam good governance ,ada 10 syarat yaitu ;
1.     Partisipasi.
2.    Rule of law.
3.    Transparansi.
4.    Commitment.
5.    Equity.
6.    Responsive.
7.    Efisiensi dan efektif.
8.    Akuntabel.
9.    Strategic vision.
10. Integrative.

Jati Diri PGRI

Jati Diri PGRI


Jiwa, semangat dan daya gerak dari dalam (spiritualitas) yang telah memberikan daya hidup kepada organisasi pgri, serta ciri-ciri khas yang dimiliki organisasi PGRI, dan menjadi identitas organisasi PGRI yang mengikat dan dipegang teguh anggotanya.
Landasan filosofis yang menjadi norma dalam pola pikir, sikap, perbuatan dan tindakan serta bersifat mengikat dan ditaati para anggotanya.
Perwujudan dari sifat khas PGRI yang tampak dalam :
  •  Nilai nilai
  •  Sikap
  •  Perbuatan, tindakan, perjuangan
  •  Profesionalisasi
Yang didasarkan kepada Pancasila, serta JSN 1945

Dasar jati diri PGRI
Historis :
a)    PGRI merupakan bagian dari perjuangan rakyat indonesia
b)    PGRI berjuang mengobarkan semangat untuk mempertahankan, menegakkan dan mengisi kemerdekaan NKRI
Ideologis-politis :
a)    PGRI berkewajiban mewujudkan cita-cita kemerdekaan melalui pembangunan masyarakat di bidang pendidikan
b)    PGRI memiliki tanggung jawab moral dan tanggung jawab melaksanakan dan mewujudkan tujuan nasional

Sosiologis + IPTEK :
a)    PGRI sangat tanggap atas nasib anggota
b)    PGRI peduli terhadap keadaan masyarakat dan mampu mengikuti perkembangan IPTEK

Jiwa, Semangat dan Nilai 1945
  1. Diwariskan kepada generasi muda sebagai penerus perjuangan amat penting
  2. Dengan memahami jsn, diharapkan generasi penerus tetap berpegang pada norma serta selalu dijiwai semangat dan nilai yang telah disepakati

JS 1945
  1. Adalah jiwa dan semangat perjuangan bangsa indonesia, yang merupakan penerus dari perjuangan sebelumnya untuk menghapuskan bentuk imperialisme + kolonialisme
  2. Jiwa 45 adalah sumber kehidupan dari perjuangan bangsa indonesia dalam merebut kemerdekaan dan menegakkan kedaulatan
  3. Semangat 45 adalah perwujudan dinamis atau ekspresi dari jiwa 45 yang membangkitkan kemauan untuk berjuang
( Jendral Surono dalam ceramah Nilai – Nilai Kepemimpinan dan Semangat Juang 45)

Nilai - Nilai 1945
Adalah nilai dasar, yakni nilai-nilai yang dirinya sendiri menjadi tujuan. Oleh karena itu, nilai 1945 merupakan tujuan yang didambakan untuk diwujudkan oleh bangsa Indonesia. Serentak dengan itu, nilai nilai 1945 berperan sebagai pembimbing pertumbuhan sikap, proses berpikir dan bertingkah laku manusia modern.

Perwujudan JSN 1945
  1. Jiwa merdeka, percaya kepada kemampuan sendiri.
  2. Jiwa persatuan/kesatuan adalah semangat yang tumbuh dan sesuai dengan jiwa dan semangat Sumpah Pemuda 1928 => BTI
  3. Jiwa konsekuen adalah sikap berjuang tanpa pamrih, kerja (keras,cerdas, ikhlas), teguh pendirian, ulet, pantang (menyerah, putus asa)
  4. Jiwa pelopor adalah berani berinisiatif, kreatif, menghormati pendahulunya
  5. Jiwa ikhlas beramal, rela (berjuang + berkorban)


Nilai 1945
  1. Proklamasi Kemerdekaan è sebagai penjelmaan filsafah dan pandangan bangsa indonesia, yang tercermin dalam Pancasila (sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945).
  2. Lima sila dalam Pancasila, yang masing masing merupakan nilai instrinstik yang abstrak, umum/universal tetap tak berubah, terlepas dari perubahan dan perkembangan. Kelima limanya merupakan satu kesatuan bulat, dengan rumusan hirarkhis + piramidal.
  3. Nilai nilai yang terkandung dalam pembukaan.
a.     Negara Persatuan
b.    Tujuan Negara
c.     Negara yang Berkedaulatan Rakyat
d.    Negara berdasar atas kyme menurut dasar adb
e.    Negara yang merdeka, berdaulat bersatu
f.     Anti penjajahan

Ciri jati diri pgri
1.     Nasionalisme
2.    Demokrasi
3.    Kemitraan
4.    Non partai
5.    JSN 1945
6.    Kemandirian
7.    Unitarisme
8.    Profesionalisme
9.    Kekeluargaan

Nasionalisme
PGRI mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa yang merupakan modal dasar untuk mencapai cita – cita Proklamasi 1945, pgri terikat untuk memperjuangkan, mempertahankan dan melestarikan negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sifat patriotisme dan kepeloporan adalah jiwa dan semangat PGRI dalam melaksanakan misinya.

Nasionalisme
Nilai – nilai yang dikembangkan berdasarkan paham kebangsaan diantaranya adalah :
a)    Semangat rasa persatuan dan kesatuan
b)    Rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara
c)    Mengutamakan kepentingan umum diatas kepentingan golongan/pribadi
d)    Menghormati jasa-jasa para pahlawan

Demokrasi
PGRI adalah organisasi yang demokratis. Kedaulatan tinggi organisasi, berada di tangan anggota yang dilaksanakan dengan sistem perwakilan, melalui kongres
Nilai – nilai yang dikembangkan berdasarkan demokrasi diantaranya adalah :
a)    Menghargai pendapat orang lain yang berbeda
b)    Menerima, mengakui dan menjalankan keputusan bersama
c)    Menanamkan kebebasan dalam mengemukakan pendapat
d)    Sikap demokrat dalam praktik
e)    Bersedia menerima kritikan

Kemitraan
PGRI sebagai organisasi pejuang pendidik dan pendidik pejuang membela hak dan nasib pekerja pada umumnya dan guru pada khususnya. Untuk itu diperlukan pemantapan jiwa korsa dan kebersamaan yang kuat demi peningkatan kesejahteraan bersama
Nilai – nilai yang dikembangkan berdasarkan kemitraan diantaranya adalah :
a)    Menumbuhkan semangat rasa persatuan dan kesatuan
b)    Menumbuhkan rasa kesetiakawanan/solidaritas
c)    Menerima, membantu dan merasakan penderitaan orang lain
d)    Peduli terhadap keadaan masyarakat



Non partai
PGRI tidak mempunyai hubungan organisasi dengan kekuatan sosial politik manapun
Nilai – nilai yang dikembangkan berdasarkan non partai diantaranya adalah :
a)    Bertanggung jawab
b)    Kemandirian yang berwawasan wiyata mandala



JSN 1945
PGRI konsekuen berusaha menegakkan dan melestarikan JSN 1945 sebagai jiwa kejuangan bangsa kepada generasi penerus
Nilai – nilai yang dikembangkan berdasarkan Jiwa, Semangat dan Nilai-nilai 1945 diantaranya adalah:
a)    Rela berkorban
b)    Pantang muundur
c)    Semangat juang
d)    Mendahulukan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi / golongan
e)    Menjaga dan membela bangsa

Kemandirian
Dalam melaksanakan misinya pgri bertumpu pada kepercayaan dan kemampuan diri sendiri, tanpa terikat dan ketergantungan pihak lain. Namun demikian pgri selalu membina hubungan dan kerjasama yang baik dengan pihak lain
Nilai – nilai yang dikembangkan berdasarkan kemandirian diantaranya adalah :
a)    Percaya pada diri sendiri
b)    Berani dan bertanggung jawab
c)    Mengutamakan kerjasama
d)    Berusaha mengembangkan diri

Unitarisme
PGRI adalah satu – satunya wadah bagi guru indonesia tanpa membedakan latar belakang, tingkat dan jenis pendidikan, tempat dan lingkungan kerja, golongan, agama, jenis kelamin, status, asal usul serta adat istiadat
Nilai – nilai yang dikembangkan berdasarkan Unitarisme diantaranya adalah :
a)    Saling membantu dan kerjasama
b)    Memupuk rasa solidaritas yang tinggi sesama anggota
c)    Peka dan tanggap terhadap perubahan
d)    Memelihara dan menjaga keutuhan organisasi

Profesionalisme
Nilai – nilai yang dikembangkan berdasarkan profesionalisme diantaranya adalah :
a)    Tekun dan rajin
b)    Cermat dan teliti
c)    Tidak mudah putus asa dan bertanggung jawab

Kekeluargaan
PGRI menumbuhkan, mengembangkan rasa senasib dan sepenanggungan, memilikii jiwa gotong royong, saling asah, asih serta asuh antara sesama anggota
Nilai – nilai yang dikembangkan berdasarkan kekeluargaan diantaranya adalah :
a)    Menumbuhkembangkan rasa senasib dan sepenanggungan
b)    Memupuk rasa kasih sayang, saling asah, asih, dan asuh

Tujuan jati diri pgri
  1. Tegaknya keberadaan pgri, tumbuhnya rasa bangga + ikut memiliki
  2. Tercapainya loyalitas
A.    Dedikasi
B.    Disiplin
C, kemampuan prof
  1. Memiliki kemampuan dalam mengantisipasi setiap perubahan akibat perkembangan masyarakat, iptek
  2. Terwujudnya pengamanan, pengamalan dan pelestarian Pancasila, UUD 1945, dan JSN 1945 dalam tubuh PGRI (organisasi dan anggota)

Fungsi jati diri
Sebagai :
          Pedoman gerak juang
          Alat memasyarakatkan existensi + misi organisasi
          Sarana perjuangan kaderisasi dalam mempertahankan, meningkatkan, mengembangkan organisasi
          Pembangkit motivasi perjuangan pada pgri
          Wahana penerapan rasa kebangsaan pada anggota
Fungsi : manfaat dari adanya jati diri dalam rangka mengemban tugas organisasi, PGRI untuk mewujudkan hakekat jati diri

Misi jati diri PGRI
Merupakan wahana untuk menampilkan citra, sikap, semangat dan karakter organisasi keguruan
Yang harus mampu : melestarikan nilai nilai perjuangan + profesi keguruan
Misi : tupoksikan yang diemban oleh kelompok / anggota yang tersusun sistematis, terarah, terencana dan mencapai tujuan
Upaya PGRI
  1. Mempertahankan, mengamankan + mengamalkan Pancasila + UUD 1945
  2. Mewujudkan cita-cita Proklamasi kemerdekaan NKRI (sebagaimana yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945)
  3. Melestarikan Jiwa, Semangat, Nilai 45
  4. Mengisi, menyukseskan pembangunan nasional khususnya sektor pendidikan dan kebudayaan dalam rangka mkb dengan jalan memberikan konsep/pemikiran dan menunjang pelaksanaan program yang menjadi kebijakan pemerintah
  5. Mempertinggi kesadaran, sikap, kemampuan dan mutu profesi guru serta meningkatkan kesejahteraan guru

Contact Me

About us

Muhamad Rickiyanto, an Indraprasta PGRI university student Majoring in Information Technology

Sejarah PGRI

Revolusi Indonesia telah merubah tatanan kehidupan Bangsa Indonesia termasuk bidang pendidikan. Perubahan yang terjadi dalam bidang pendi...

Adress

Vila Pertiwi Depok, Jawa Barat Indonesia.

Contact Us

+(62) 813 8068 7702

Website

mricyan.blogspot.com