Sejarah Perjuangan PGRI Pada Masa Orde Baru
Sejarah Perjuangan PGRI Pada Masa Orde Baru
o Kesatuan Aksi Guru Indonesia (KAGI).
Bersama-sama Persatuan Guru NU, Ikatan Guru Muhammadiyah,
Ikatan Guru PSII (Serikat Islam Indonesia), Ikatan Guru Marhaenis ( PNI
Osa-Usep), Persatuan Guru Kristen Indonesia, Ikatan Guru Katholik, Persatuan
Guru Islam Indonesia,dan Persatuan Guru Perti membentuk
KAGI. Pembentukan KAGI di Jawa Tengah dan Jawa Timur antara
lain adalah untuk menyelamatkan PGRI. Tugas kagi yaitu :
a) Membersihkan dunia pendidikan dari unsur PKI/ORLA yaitu :
1) PGRI-NV
2) Serikat Sekerja Pendidikan
3) Persatuan Guru Teknik Indonesia
b) Menyatukan semua guru dalam satu wadah (PGRI)
c) Memperjuangkan PGRI menjadi organisasi
1) Unitaristik
2) Independent
3) Non Parpol
o
Kongres
XI PGRI
Kongres XI dilaksanakan di Bandung pada
tanggal 15 – 20 Maret 1967. Dalam kongres itu terasa sekali suasana peralihan
dari zaman Orde Lama ke Orde Baru. Antara lain, masih terlihat sisa-sisa
kekuatan Orde Lama yang mencoba menguasai kembali kongres dengan cara menolak
PGRI untuk masuk ke dalam sekber Golkar dan memojokan M.E. Subiadinata dkk,
agar tidak terpilih dalam PB PGRI.
o
Kongres
XII PGRI di Bandung 1970.
Pada Tanggal 29 Juni s.d 25 Juli 1970
berlangsung Konggres Pgri XII Di Bandung dengan Ketua PB PGRI Basyuni .
Hasil Konggres antara lain :
a.
Perubahan
struktur dan basis ORGANISASI pgri, Tingkat cabang meliputi kabupaten/kota,
anak cabang dan kecamatan.
b. Administrasi organisasi disederhanakan
atau diseragamkan seluruh Indonesia.
c.
Lambang /
mars PGRI dilampirkan dalam AD/ART.
d. Harus menerbitkan sejarah perjuangan
PGRI dalam rangka HUT ke 25.
e. Memanfaatkan keanggotaan PGRI dalam
WCOTP.
o
Kongres ke XIII 21-25
November 1973 di Jakarta.
Pada kongres ini menetapkan perubahan-perubahan yang
mendasar dalam bidang organisasi serikat pekerja menjadi organisasi profesi
guru ditetapkan Kode Etik Guru Indonesia, perubahan lambang dan panji
organisasi PGRI yang sesuai dengan organisasi profesi guru dan adanya Dewan
Pembina PGRI mengenai arti lambang PGRI
o
Kongres ke XIV 26-30
Juni 1979 di Jakarta.
Kongres XIV di Jakarta menghasilkan
salah satu keputusan penting yaitu mengenai pendirian Wisma Guru. Untuk
mewujudkannya mulai Januari 1980 setiap anggota PGRI dihimbau untuk menyumbang
Rp. 1000,- Direncanakan Wisma Guru ini akan sekaligus menjadi Kantor PB PGRI
yang dilengkapi dengan ruang pertemuan perpustakaan kamar pemondokan /
penginapan dan sebagainya.
o
Kongres ke XV 16-21
Juli 1984 di Jakarta.
Kongres berlangsung di Jakarta tanggal
16-21 Juli 1984, Kongres ini menggariskan pokok-pokok PGRI untuk kurun waktu
lima tahun mendatang (1984-1989) yang meliputi: ruang lingkup pembinaan dan
pengembangan organisasi PGRI, tanggung jawab dan peran PGRI dalam menyukseskan
Sidang Umum MPR 1983, Repelita IV dan Pancakrida Kabinet Pembangunan V.
o
Tentang
Organisasi Kemasyarakatan
Membawa konsekuensi
pada penyesuaian AD/ART PGRI, yang antara lain menegaskan bahwa PGRI merupakan
organisasi profesi yang ditetapkan lewat konfrensi pusat III/1986.



0 comments:
Post a Comment