Muhamad Rickiyanto

Informatics

College Student

Indraprasta PGRI University

Sunday, June 21, 2020

Sejarah Perjuangan PGRI Pada Masa Orde Baru

Sejarah Perjuangan PGRI Pada Masa Orde Baru



o  Kesatuan Aksi Guru Indonesia (KAGI).
Bersama-sama Persatuan Guru NU, Ikatan Guru Muhammadiyah, Ikatan Guru PSII (Serikat Islam Indonesia), Ikatan Guru Marhaenis ( PNI Osa-Usep), Persatuan Guru Kristen Indonesia, Ikatan Guru Katholik, Persatuan Guru Islam Indonesia,dan Persatuan Guru Perti membentuk KAGI.   Pembentukan KAGI di Jawa Tengah dan Jawa Timur antara lain adalah untuk menyelamatkan PGRI. Tugas kagi yaitu :
a)  Membersihkan dunia pendidikan dari unsur PKI/ORLA yaitu :
1)  PGRI-NV
2) Serikat Sekerja Pendidikan
3) Persatuan Guru Teknik Indonesia
b)  Menyatukan semua guru dalam satu wadah (PGRI)
c)  Memperjuangkan PGRI menjadi organisasi
1)  Unitaristik
2) Independent
3) Non Parpol

o  Kongres XI PGRI
Kongres XI dilaksanakan di Bandung pada tanggal 15 – 20 Maret 1967. Dalam kongres itu terasa sekali suasana peralihan dari zaman Orde Lama ke Orde Baru. Antara lain, masih terlihat sisa-sisa kekuatan Orde Lama yang mencoba menguasai kembali kongres dengan cara menolak PGRI untuk masuk ke dalam sekber Golkar dan memojokan M.E. Subiadinata dkk, agar tidak terpilih dalam PB PGRI.
o  Kongres XII PGRI di Bandung 1970.
Pada Tanggal 29 Juni s.d 25 Juli 1970 berlangsung Konggres Pgri XII Di Bandung dengan Ketua PB PGRI Basyuni  . Hasil Konggres antara lain :
a.   Perubahan struktur dan basis ORGANISASI pgri, Tingkat cabang meliputi kabupaten/kota, anak cabang dan kecamatan.
b.  Administrasi organisasi disederhanakan atau diseragamkan seluruh Indonesia.
c.   Lambang / mars PGRI dilampirkan dalam AD/ART.
d.  Harus menerbitkan sejarah perjuangan PGRI dalam rangka HUT ke 25.
e.  Memanfaatkan keanggotaan PGRI dalam WCOTP.
o  Kongres ke XIII 21-25 November 1973 di Jakarta.
Pada kongres ini menetapkan perubahan-perubahan yang mendasar dalam bidang organisasi serikat pekerja menjadi organisasi profesi guru ditetapkan Kode Etik Guru Indonesia, perubahan lambang dan panji organisasi PGRI yang sesuai dengan organisasi profesi guru dan adanya Dewan Pembina PGRI mengenai arti lambang PGRI
o  Kongres ke XIV 26-30 Juni 1979 di Jakarta.
Kongres XIV di Jakarta menghasilkan salah satu keputusan penting yaitu mengenai pendirian Wisma Guru. Untuk mewujudkannya mulai Januari 1980 setiap anggota PGRI dihimbau untuk menyumbang Rp. 1000,- Direncanakan Wisma Guru ini akan sekaligus menjadi Kantor PB PGRI yang dilengkapi dengan ruang pertemuan perpustakaan kamar pemondokan / penginapan dan sebagainya.
o  Kongres ke XV 16-21 Juli 1984 di Jakarta.
Kongres berlangsung di Jakarta tanggal 16-21 Juli 1984, Kongres ini menggariskan pokok-pokok PGRI untuk kurun waktu lima tahun mendatang (1984-1989) yang meliputi: ruang lingkup pembinaan dan pengembangan organisasi PGRI, tanggung jawab dan peran PGRI dalam menyukseskan Sidang Umum  MPR 1983, Repelita IV dan Pancakrida Kabinet Pembangunan V.
o  Tentang Organisasi Kemasyarakatan
Membawa konsekuensi pada penyesuaian AD/ART PGRI, yang antara lain menegaskan bahwa PGRI merupakan organisasi profesi yang ditetapkan lewat konfrensi pusat III/1986.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna Veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat.

0 comments:

Post a Comment

Contact Me

About us

Muhamad Rickiyanto, an Indraprasta PGRI university student Majoring in Information Technology

Sejarah PGRI

Revolusi Indonesia telah merubah tatanan kehidupan Bangsa Indonesia termasuk bidang pendidikan. Perubahan yang terjadi dalam bidang pendi...

Adress

Vila Pertiwi Depok, Jawa Barat Indonesia.

Contact Us

+(62) 813 8068 7702

Website

mricyan.blogspot.com